Ini 5 Manfaat Dan Pentingnya Bercerita Kepada Anak

Ini 5 Manfaat Dan Pentingnya Bercerita Kepada Anak

Ini 5 Manfaat Dan Pentingnya Bercerita Kepada Anak  – Mengasuh si buah hati bukan hanya memenuhi nutrisi untuk pertumbuhannya, tapi juga menemani perkembangan jiwanya. Salah satu caranya adalah berc erita. Bercerita bisa dilakukan dengan buku (nama lainnya read aloud) atau tanpa buku (mendongeng bebas). Cara ini memiliki banyak manfaat,loh Anda. Selain dapat mencerdaskan anak, salah satu poin pentingnya bercerita kepada anak juga dapat untuk bonding anak dan orang tua.

Bagaimana Cara Bercerita Yang Baik?

  1. Ambil Waktu Yang Tepat

Bercerita bukan hanya menyampaikan suatu dongeng atau kisah dari buku kepada anak. Lebih dari itu, pentingnya bercerita kepada anak juga sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat. ketika waktu dan perhatian anak tertuju pada Anda, proses bercerita akan lebih mudah dan makna cerita akan lebih dalam ditangkap anak.

  • Pastikan anak tidak sedang lapar atau capek ketika akan dibacakan cerita.
  • Buat suasana mendukung, misalnya tidak ada televise yang menyala atau gawai yang sedang dimainkan anak.
  • Saat-saat sebelum tidur, sore hari sambil bersantai atau saat berkumpul bersama keluarga adalah saat yang tepat untuk bercerita atau read aloud.

2. Bangun Suasana Yang Menyenangkan

Suasana yang menyenangkan dalam bercerita akan sangat mendukung mood anak dan orang tua. Pilih suasana yang kondusif, misalnya saat sebelum tidur. Sejak dulu dongeng sebelum tidur memiliki kekuatan tersendiri dalam mendukung tumbuh kembang anak Fase sebelum tidur adalah masa tenang dimana anak dapat dengan mudah menerima informasi dan menyerapnya ke dalam otak. Jadi tidak salah jika Anda menggunakan saat ini untuk bercerita dan membacakan buku.

Kita juga harus pandai-pandai membangung suasana saat bercerita. Menggunakan boneka atau boneka jari, memberi citra suara yang berbeda pada tiap tokoh cerita adalah dua cara untuk membangun suasana bercerita yang menyenangkan. Anak akan lebih tertarik pada cerita jika ada alat peraga yang digunakan imajinasinya juga akan lebih berkembang saat mendengar suara tokoh-tokoh cerita berbeda satu sama lain.

Cara lain untuk membangun suasana dalam bercerita adalah melemparkan pertanyaan yang berkaitan dengan cerita. Misalnya, “Adek sama Kakak tahu nggak, ada harimau yang suka makan semangka? Ada lho! Mau dengar ceritanya, nggak?” Pertanyaan seperti ini akan membangkitkan rasa penasaran anak terhadap cerita yang akan disampaikan. Nah, jika suasana sudah terbentuk akan lebih mudah bagi orang tua untuk melanjutkan kegiatan membaca nyaring dan bercerita pada anak.

3. Bercerita Pun Sebaiknya Interaktif

Kalau disangka bercerita pada anak itu seperti komunikasi satu arah, maka Anda salah. Kegiatan ini sebenarnya lebih baik interaktif dalam artian melibatkan anak untuk ikut berpartisipasi, dan justru inilah salah satu pentingnya bercerita kepada anak, agar anak lebih interaktif dan berkomunikasi dua arah. Anda bisa menciptakan suasana interaktif ini bersama anak dengan beberapa langkah berikut.

  • Ajukan pertanyaan pada anak di sela-sela kegiatan bercerita. Misalnya, “Harimau pun mengaum. Gimana suara auman harimau, Dek? Aauumm.” Biarkan anak mengikuti Anda memeragakan auman tadi. hal ini akan membuatnya merasa bersemangat dan terlibat di dalam cerita.
  • Ajak anak berimajinasi seandainya dia adalah salah satu tokoh dalam cerita. Apa yang dia rasakan akan sama? Apa yang akan dilakukannya? Hal ini bisa Anda lakukan di akhir kegiatan membacakan cerita.
  • Tanyakan pada anak tentang pemahamannya mengenai cerita yang Anda bacakan tadi. tentunya disesuaikan dengan usia dan kognisi anak, ya. Kegiatan menyimpulkan dan menarik pelajaran dari cerita juga bisa dimasukkan ke dalamnya.
  • Sesekali adakan permainan peran (role play) berdasarkan cerita yang dibaca. Anak-anak akan suka memerankan tokoh favorit mereka. Bisa jadi mereka akan menemukan alternatif jalan cerita sesuai dengan imajinasinya.

Ini Alasan Pentingnya Bercerita Kepada Anak

  1. Membangun Kedekatan Anak Dan Orang Tua

Bercerita dapat membangun ikatan batin antara anak dan orang tua. Melalui kedekatan fisik dan komunikasi anak akan merasa dicintai secara penuh. Apalagi jika dilakukan secara rutin, hal ini akan menjadi memori indah yang tidak akan dilupakan anak hingga dewasa. Bonding ini sangat penting dalam membentuk kecerdasan emosi dan interpersonal anak kelak.

2. Menambah Kosa Kata Dan Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak

Melalui kegiatan bercerita anak akan mendapatkan tambahan kosa kata. Lebih lanjut anak juga akan semakin berkembang pengertiannya akan kosa kata tersebut. Hal ini akan meningkatkan kecerdasan bahasa anak.

3. Membangun Imajinasi Dan Visualisasi Anak

Kegiatan bercerita juga akan membentuk imajinasi dan daya visual anak. Mereka akan lebih mudah membayangkan dan membentuk suatu imaji baik tiga dimensi maupun melalui kata atau cerita. Hal ini juga akan berkorelasi dengan kemampuan anak dalam membawa diri dan menyelesaikan konflik.

4. Melatih Daya Ingat Dan Konsentrasi

Anak-anak sangat mudah mengingat kalimat-kalimat pendek dan berima. Mereka juga akan mengingat hal-hal yang menyenangkan dan unik. Melalui kegiatan bercerita anak akan berlatih mendengar dan melihat gambar atau symbol huruf di buku, dan hal ini akan disimpan di memorinya. Kelak kegiatan ini akan melatihnya untuk berkonsentrasi dan mengingat detail.

5. Membantu Menyampaikan Nilai-Nilai Positif Pada Anak

Pernah mengalami tidak, saat ingin memberi masukan atau nasihat positif pada anak susahnya minta ampun? Anak cenderung malas mendengarkan nasihat dan ceramah dari orang tua, namun akan lain ceritanya jika dia mendapatkannya dari pengalaman atau kisah dari tokoh yang dia sukai. Anak akan lebih mudah diajak makan sayur misalnya, ketika tokoh favoritnya di buku cerita adalah tokoh yang suka makan sayur. Bukankah kita yang dewasa juga seperti itu? Akan mudah menerima pencerahan dan nasihat kehidupan ketika membaca dari pengalaman atau kisah yang kita sukai?

3 Rambu Bercerita Dan Membaca Lantang

  1. Baca dahulu buku yang akan dibacakan pada anak

Sebelum menceritakan suatu kisah pada anak, pastikan Anda sudah membaca bukunya terlebih dahulu. Dengan begitu Anda akan lebih mudah membangun suasana yang menyenangkan dalam kegiatan bercerita. Langkah ini juga berguna untuk menyaring bilamana ada hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai keluarga kita. Banyak sekali buku terbitan Indonesia yang bagus dan bisa digunakan.

2. Tetapkan tujuan bercerita

Dengan menetapkan tujuan, Anda akan lebih mudah dalam menitikberatkan fokus dalam kegiatan bercerita. Misalnya jika tujuan Anda untuk menyampaikan salah satu pesan positif di cerita, Anda dapat mengajak anak untuk lebih terlibat di bagian itu. Atau jika ingin mengajarkan satu kosa kata Anda dapat mengulang-ulangnya beberapa kali pada si kecil.

3. Usahakan selesai satu cerita baru berpindah ke cerita lain

Dengan menyelesaikan satu cerita dahulu baru berganti ke kisah lainnya, anak akan lebih mudah mengingat detail dan pesan moral kisah tersebut. Hal ini akan mencegah tumpeng tindihnya informasi yang diterima anak.

Pentingnya bercerita kepada anak bukan hanya terasa untuk anak-anak usia pra sekolah saja, lho. Bahkan anak usia sekolah dan pra remaja masih suka dibacakan cerita dan terlibat dalam kegiatan membaca nyaring bersama orang tuanya. Seperti kata Jim Trelease dalam Read-Aloud Handbook, “Tidak ada anak yang terlalu besar untuk dibacakan cerita.” Jadi, selamat bercerita!

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *