Mengapa Belajar Parenting Sangat Penting Bagi Orang Tua?

Mengapa Belajar Parenting Sangat Penting Bagi Orang Tua?

Mengapa Belajar Parenting Sangat Penting Bagi Orang Tua?  – Memiliki anak bukan hanya perkara meneruskan generasi dan mendapatkan pewaris saja. Ada hal besar yang harus kita jalankan sebagai orang tua. Pekerjaan yang sulit tapi menyenangkan, yaitu menjalankan pengasuhan atau bahasa kerennya parenting. Anak lahir dengan membawa bakat dan fitrah, sementara tugas kita adalah mengarahkan mereka agar menjadi manusia utuh yang berkontribusi pada kehidupan dan berbahagia. Itulah sebabnya sangat penting untuk belajar parenting bagi orang tua. Agar tugas yang diamanahkan pada kita dapat kita jalankan dengan baik.

Mengapa Belajar Parenting Sangat Penting Bagi Orang Tua?

Secara istilah, yang dimaksud dengan parenting adalah sebuah proses mengasuh, membimbing, mendidik dan mendampingi anak dalam masa tumbuh kembangnya sejak dia dihadirkan dalam rahim ibunya hingga menjadi manusia dewasa. Parenting mencakup keseluruhan aspek hidup anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, pergaulan, dll. Semakin berkembangnya zaman, semakin kompleks masalah kehidupan yang dihadapi anak. Semakin besar pula alasan untuk belajar parenting bagi orang tua. 

Macam-Macam Tipe Parenting

Setiap orang tua sebenarnya memiliki gaya pengasuhan sendiri-sendiri. Namun secara umum ada empat jenis tipe pengasuhan orang tua.

  1. Authoritarian Parenting

Authoritarian Parenting sering juga disebut pengasuhan otoriter. Pada tipe ini orang tua seringkali terlihat menuntut anak-anak untuk mengikuti perintah-perintah mereka. Orangtua dengan pola pengasuhan otoriter cenderung menggunakan disiplin yang keras dan tegas serta menggunakan hukuman untuk mengendalikan perilaku anak-anaknya. Salah satu kekurangannya, orangtua yang otoriter cenderung kurang responsif terhadap kebutuhan anak-anak mereka.

  1. Authoritative Parenting

Orangtua dengan pola pengasuhan seperti ini biasanya lebih terbuka dan membangun hubungan dengan anak melalui diskusi. Mereka menetapkan peraturan dan menerapkan batasan melalui kesepakatan dengan anak-anak. Hal yang boleh dan tidak boleh akan ditetapkan juga melalui kesepakatan dengan anak. Sekilas memang gaya ini jauh lebih baik, namun jika orang tua tidak pintar-pintar bersikap tegas dan memiliki kemampuan negosiasi yang bagus mereka yang akan dikendalikan oleh anak.

  1. Permissive Parenting

Orangtua dengan pola pengasuhan permisif tidak banyak memberikan aturan dan batasan kepada anak-anaknya. Mereka sangat hangat dan memanjakan buah hatinya, tidak ingin anaknya merasakan kecewa dan rangkaian emosi negative lainnya. Permissive parenting juga membuat orang tua berkorban lebih banyak untuk anaknya.

  1. Neglectful Parenting

Neglectful parenting seringkali ditandai dengan sikap acuh dan menolak melaksanakan kegiatan pengasuhan pada anak. Tidak ada batasan tegas dan Oragtua dengan tipe pengasuhan seperti ini juga tidak banyak ikut campur dalam pengasuhan anaknya. Penolakan terhadap anak biasanya terjadi karena masalah mental di diri orang tua. Seringkali berhubungan dengan pengalaman buruk di masa anak-anak seperti depresi, penganiayaan fisik atau pengabaian saat mereka masih kecil.

Alasan Pentingnya Belajar Parenting Bagi Orang Tua

Menurut Psikolog dan ahli parenting Elly Risman, parenting is wiring. Artinya pola asuh apa yang digunakan oleh orang tua pada anak-anaknya akan dilakukan pula oleh sang anak pada keturunannya. Jika orang tua memiliki tipe pengasuhan permisif misalnya, maka sang anak juga sedikit banyak akan menggunakan pola pengasuhan yang sama pada anaknya.

Di sisi lain, tanpa pengetahuan pengasuhan yang memadai kita hanya akan meniru tindakan pengasuhan orang lain. Terutama gaya pengasuhan orang tua kita. Sementara anak yang dititipkan Tuhan pada kita tentu membutuhkan gaya asuh sesuai dengan zamannya. Paling tidak ada tiga alasan penting mengapa kita sebagai orang tua harus belajar parenting.

Anak ada amanah dan investasi seumur hidup. Karenanya kita harus mengasuh dan mendidik mereka sebaik yang kita bisa. ilmu parenting akan memberi kita pengetahuan dan landasan dalam pengasuhan dan pendidikan anak-anak kita, terutama pembentukan karakter dan moral. Anak juga adalah tiket kebahagiaan orang tuanya di dunia dan akhirat, dan tentu saja untuk sesuatu semahal itu kita harus mengasuhnya dengan baik.

Anak adalah pribadi tersendiri yang unik, bukan versi re-make dari orang tuanya. Walaupun anak mewarisi DNA dari orang tuanya, namun dia adalah pribadi unik yang tidak ada tiruannya di dunia. Bahkan sepasang kembar identik juga masing-masing adalah pribadi yang unik, bukan? Karena itulah penting sekali belajar parenting bagi orang tua. Menghadapi anak harus sesuai dengan personalitas mereka, sesuai fitrah dan cetak biru yang sudah ditetapkan Tuhan. Meniru pola pengasuhan tanpa mengetahui esensinya hanya akan menyebabkan anak tumbuh dan berkembang tidak sesuai dengan fitrahnya.

Anak hidup di zamannya, bukan zaman orang tuanya. Tentu saja zaman anak dengan zaman orang tuanya berbeda jauh, baik keadannya, teknologi dan perkembangannya serta tantangannya. Akan sangat salah ketika memperlakukan mereka sama dengan cara orang tua kita memperlakukan kita. Anak-anak generasi sekarang memiliki dunia dan permasalahan yang berbeda dari orang tuanya. Belajar parenting dan memahami anak sesuai karakter serta kondisi zamannya akan sangat membantu untuk membentuk anak menjadi pribadi yang baik.

Mereka Yang Ahli Dan Dapat Dijadikan Referensi

Ada banyak tokoh parenting yang terkenal di dunia dan pandangannya masih dipakai hingga saat ini. beberapa di antaranya adalah:

Charlotte Mason

Charlotte Mason adalah tokoh pengasuhan dan pendidikan anak yang lahir di Inggris pada tahun 1842. Pemikiran dan gagasannya di bidang parenting masih dijadikan landasan dan sumber dari metode parenting modern. Charlotte Mason adalah seorang guru dan menitikberatkan pendidikan karakter pada anak-anak dalam metode parentingnya. Buku karyanya, Home Education yang terbit tahun 1886 hingga kini masih dibedah, dipraktikkan dan dipelajari oleh banyak penggerak parenting dan pendidikan anak modern.

Elly Risman

Selama 25 tahun lebih berkecimpung di dunia psikologi anak dan pengasuhan, Bunda Elly Risman telah memperoleh banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri. Elly Risman menitikberatkan pada perlunya orang tua memberi perhatian dan bekal moral serta spiritual pada anak-anaknya alih-alih hanya memenuhi kebutuhan materi mereka saja.

Wanita bersahaja kelahiran Aceh 21 April 1951 ini juga menyoroti efek negative yang ditimbulkan oleh pengasuhan yang salah, di antaranya efek BLAST (Boring Lonely Angry/Afraid Stess Tired) yang dialami anak-anak dan memicu kenakalan remaja serta penyalahgunaan narkoba serta gadget.

Ihsan Baihaqi                                                            

Ihsan Baihaqi atau yang dikenal dengan nama Abah Ihsan adalah penggerak parenting Indonesia sekaligus direktur dari Auladi Parenting School, penulis buku dan motivator parenting serta pendidikan anak. Dikenal dengan program 1821, yaitu gerakan meninggalkan TV dan gawai pada pukul 18-21 setiap hari dan digantikan dengan kegiatan bersama anak dan keluarga.

Abah Ihsan hingga kini masih aktif memberikan seminar dan motivasi serta pelatihan parenting bagi para orang tua di Indonesia dan beberapa negara lainnya.

Belajar parenting bagi orang tua adalah persiapan diri menghadapi tantangan sekaligus menunaikan amanah. Proses pengasuhan anak hanya akan terjadi sekali, seperti halnya usia anak yang tidak akan bisa diputar ulang kembali. Jika kita salah menjalaninya, anak akan merasakan imbasnya saat dewasa. Lebih jauh, kita sebagai orang tua juga akan menuai akibatnya di usia senja. Karena itu, ayo persiapkan diri mulai sekarang.

Semoga artikel Mengapa Belajar Parenting Sangat Penting Bagi Orang Tua?  ini bisa bermanfaat bagi Ayah dan Bunda. Silahkan di Share ^_^

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *