5 Hal Yang Dilakukan Papa Ketika Menanti Kehadiran Buah Hati

5 Hal Yang Dilakukan Papa Ketika Menanti Kehadiran Buah Hati

5 Hal Yang Dilakukan Papa Ketika Menanti Kehadiran Buah Hati – Kehadiran buah hati adalah hal istimewa yang sangat dinantikan oleh setiap manusia yang telah mengikat tali pernikahan, tak terkecuali saya dan istri. Semenjak khitbah di bulan Februari 2017, dan menikah pada tanggal 15 Oktober 2020, kami sudah merencanakan berbagai persiapan. Dari mulai persiapan pernikahan, rencana tinggal dimana, perencanaan keuangan, dan juga rencana ingin secepatnya untuk mempunyai anak setelah menikah.

Rencana hanyalah tinggal rencana, Allah yang menentukan. Keinginan untuk mempunyai anak secepatnya, atau ada istilah lain di lingkungan kita “langsung isi”, tidak berjalan mulus. Satu bulan setelah menikah, tanda-tanda kehamilan belum muncul. Dua bulan, tiga bulan, empat bulan, dan akhirnya di bulan ke tujuh setelah pernikahan, kami mendapat anugerah itu. Istri akhirnya hamil, dan saya pun sangat berbahagia.

Yeay! saya akan menjadi seorang Ayah. Hal yang sangat dirindukan. Alhamdulillah, anak pertama saya lahir berjenis kelamin laki-laki, pada 20 Maret 2020. Diberi nama Muhammad Zaid Ferdiansyah. Pas banget dengan keinginan Papa, yang berharap anak laki-laki, biar ada teman nonton bola bareng, haha!

5 Hal Yang Dilakukan Papa Ketika Menanti Kehadiran Buah Hati

Ada perjuangan besar ketika saya dan istri menunggu selama 7 bulan. Mungkin saya masih dibilang beruntung, dibandingkan dengan teman-teman yang sampai harus menunggu bertahun-tahun, untuk menanti kehadiran buah hati.

Pertanyaan klasik pasti muncul pada lingkungan sosial kita. Dari mulai teman-teman, saudara, tetangga, beberapa orang selalu bertanya, “Gimana udah isi berapa bulan istrinya?” . Saya hanya menjawab, “Insya Allah masih berjuang, minta doanya aja”.

Pada fase penantian 7 bulan itu, sempat bertemu dengan Hari Raya Idul Fitri pada tahun 2018, makinlah pertanyaan-pertanyaan itu banyak muncul, terutama dari saudara-saudara. Hal yang tidak akan terlupakan oleh saya dan istri. hehe

Baik,  saya ingin berbagi pengalaman, hal-hal apa saja yang saya dulu lakukan ketika menantikan buah hati. 

1. Terus Berusaha, Pantang Menyerah dan Berpikir Positif

Kalo namanya semangat, ya pasti semangat ya. Tapi kadang kita lelah juga, terutama mental istri. Tetap berpikir postif aja, mungkin, dengan belum dikasih, kita diberikan waktu untuk berdua. Jalani waktu dengan berkualitas. Kita bisa nonton bareng kapan aja, jalan-jalan, kajian bareng, dan juga waktu untuk lebih semangat bekerja.

2. Berdoa dan minta didoakan

Sebagai orang yang beriman, kita meyakini, jika anak adalah ibarat konsep rezeki. Rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Sama halnya dengan kita berdoa meminta rezeki, berdoalah dengan yakin. Jalankan apa yag telah diperintah-Nya, serta menjauhi apa yang telah dilarang-Nya.

Jangan lupa juga minta doa kepada orang tua, guru-guru kita, saudara, teman-teman. Kita yakin, jika ada salah satu doa dari mereka yang dikabul.

3. Jangan Stres

Masalah yang sering timbul adalah datangnya stres kepada suami dan isteri. Secara manusiawi, sangatlah wajar, jika keinginan mempunyai anak kepikiran trus. Dan asumsi kita jadi kemana-mana. 

Namun, saya sarankan, jangan terlalu stres, karena justru akan membuat kesehatan kita menurun, terutama berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi suami- istri.

Seperti yang pernah saya baca dari sebuah artikel, hasil riset dari University of Lousville, Kentucky, perempuan yang mengalami stres pada masa subur, akan berkurang kecenderungannya 40 persen untuk mendapati kehamilan  pada bulan itu. Secara umum, perempuan yang merasa stres hampir sepanjang tahun, peluangnya berkurang 45 persen untuk hamil dibandingkan perempuan lain.

4. Jaga Kesehatan dan Rutin Berolahraga

Ketika menjalani program kehamilan, saya sarankan untuk pasangan, agar selalu menjaga kesehatan. Pastikan asupan makanan yang cukup dan bergizi seimbang. Istirahat yang cukup, dan hindari bergadang.

Olahraga yang rutin, akan membuat stamina kita fit.

5. Berpuasa

Ini yang saya alami ketika mendapati istri hamil. Kabar baik ini datang, beberapa minggu setelah lebaran / setelah melaksanakan ibadah shaum 1 bulan full di bulan Ramadhan.

Ada anggapan, jika melaksanakan shaum, akan mengurangi asupan gizi serta nutrisi kedalam tubuh kita,  Tapi ternyata, ibadah shaum banyak sekali manfaat, bahkan jutsru akan membantu program kehamilan. Dengan puasa, diyakini membersihkan tubuh dan meningkatkan kesuburan kamu.

Khusus bagi wanita, dari penelitian yang saya baca,  jika berpuasa atau membatasi asupan kalori yang masuk kedalam tubuh, akan membuat masa subur perempuan jadi lebih panjang. Selain itu, ketika shaum, sel telur wanita akan lebih subur.

Bagi Ayah Bunda yang sedang menjalankan program kehamilan, jika masih lama bertemu dengan bulan Ramadhan, saya bisa menganjurkan untuk melaksanakan shaum sunah Senin-Kamis.

Baik, Ayah Bunda, cukup sekian curhatan saya tentang pengalaman menantikan buah hati. Bagi yang masih belum mendapati anak, jangan berkecil hati, yakinkan dalam hati, Ini adalah skenario Tuhan yang Maha Baik. Semoga segera mendapatkan buah hati. Aamiin.

Salam dari Papa Zaid. ^_^

Oh iya, silahkan difollow Instagram saya : @Fey777

Baca juga tulisan lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *