Ciri dan Karakteristik Ayah Pendidik Dalam Keluarga

Ciri dan Karakteristik Ayah Pendidik Dalam Keluarga

Ciri dan Karakteristik Ayah Pendidik Dalam Keluarga – Kesalahpahaman yang sering menimpa banyak orang tua adalah tidak dapat membedakan antara makna mengasuh dan mendidik. Mengasuh berarti menyediakan pakaian, makanan, dan segala sarana hidup yang layak. Adapun mendidik, artinya adalah menunjukkan jalan yang benar atau salah, halal atau haram, dan apa yang seharusnya dia kerjakan atau dia tinggalkan.

Setiap manusia bisa menjadi seorang ayah. Namun, tidak setiap manusia dapat menjadi seorang ayah pendidik yang tanggap dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, sebagai Ayah, kita mengetahui apa yang harus dimiliki seorang ayah bertanggung jawab.

Ciri dan Karakteristik Ayah Pendidik Dalam Keluarga

Selain itu, kita harus menampik pengabutan makna yang terjadi pada kalangan ayah, yakni ketika mereka mencampuradukkan antara makna pengasuhan (ar-ri’ayah) dengan pendidikan (at-tarbiyah). Kata-kata, “pengasuhanku untuk anakku”, artinya memenuhi pakaian (sandang), makanan (pangan), dan kebutuhan-kebutuhan hidup yang baik baginya. Sedangkan “pendidikanku untuknya”, artinya mengajarkannya yang benar dan salah, yang halal dan haram, dan yang boleh dilakukan serta yang tidak boleh dilakukannya.

Namun, cukup disayangkan, kita banyak mendengar dari para ayah yang telah melanggar nilai-nilai akhlak untuk anak-anak mereka, dengan mengatakan, “Aku telah memberikan mereka apa yang tidak diberikan oleh seorang ayah lainnya. Aku telah memenuhi berbagai fasilitas untuk kesenangan hidup yang penuh kenikmatan. Aku memasukkannya ke sekolah elit dan memberikan apa yang dia inginkan, lalu kenapa dia mengecewakan harapanku?”

Ayah yang pantas dikasihani ini, mengira uang dan fasilitas menggugurkan tanggung jawab dan kewajibannya akan nilai pendidikan. Dia tidak menyadari bahwa hati, kedua telinga, dan waktunya tidak diberikan untuk anaknya. Padahal semua itu lebih berharga daripada harta, pakaian, dan makanan, jutaan persen bandingannya.

Untuk itu, perlu kiranya ditampilkan karakteristik atau sifat-sifat seorang ayah pendidik, karakteristik yang harus ada padanya agar menjadi pelaku yang kuat dan mendasar pada pribadi yang dihadapinya (anaknya).

Semua karakteristik ini dapat kita simpulkan dalam satu kalimat “Seorang ayah yang sukses harus menanamkan fondasi-fondasi pendidikan sesuai fitrah yang benar.” Fitrah inilah yang membedakan -tanpa diragukan- antara yang bagus dengan yanh buruk, yang jahat dengan yang baik, dan yang benar dengan yang batil.

Fitrah itulah yang bisa meyakinkan seorang ayah, bahwa kebenaran yang mengikat lebih kuat daripada kebatilan yang bersatu padu. Sesungguhnya tidak ada jalan lain, meskipun kehidupan dunia semakin sulit dan kacau, kecuali melalui pendidikan Islam dan menjadikannya sebagai sistem.

Berikut ini beberapa karakteristik lain yang diajukan oleh para pakar pendidikan, dan diharapkan karakteristik ini benar-benar melekat dalam jiwa seorang pendidik.

  1. Membuat seorang anak tahu/menyadari bahwa kedudukan ayah lebih agung darinya. Karena itu, secara alamiah seorang anak akan meneladani ayahnya.
  2. Membuat anak merasakan bahwa ayahnya selalu mempersembahkan yang terbaik untuk dirinya
  3. Hendaknya ayah memberikan yang terbaik untuk anaknya
  4. Memiliki kemampuan dalam mendidik
  5. Semestinya seorang ayah mampu mengawasi dan mengarahkan anak
  6. mencoba mendidik diri sendiri

Semoga tulisan Ciri dan Karakteristik Ayah Pendidik Dalam Keluarga ini bermanfaat, dan nanti akan saya bahas detail, pada tulisan selanjutnya. ^_^

Follow akun Instagram saya: @Fey777

Baca juga:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *