Jenis Mainan Anak Yang Tepat Untuk Anak 1 tahun

Jenis Mainan Anak Yang Tepat Untuk Anak 1 tahun

Jenis Mainan Anak Yang Tepat Untuk Anak 1 tahun – Usia balita yang merupakan bagian dari golden age anak adalah masa-masa penting pertumbuhan. Di masa ini kemampuan bahasa anak akan berkembang pesat, seiring dengan perkembangan otak dan semakin banyaknya sinaps otak si kecil yang bersambungan. Stimulasi berbahasa untuk si kecil yang berusia 1 tahun dapat dilakukan orang tua melalui berbagai cara, salah satunya melalui kegiatan bermain.

Di pasaran ada banyak pilihan mainan anak untuk 1 tahun, namun orang tua harus pintar-pintar memilih jenis mainan yang tepat untuk anak. Apa saja sih kriteria mainan yang cocok untuk si kecil? simak penjelasan di bawah ini, yuk.

 Kriteria Mainan Anak Untuk 1 Tahun

  1. Terbuat dari bahan yang aman dan lolos SNI

Mainan anak untuk 1 tahun mutlak harus memakai bahan yang aman dan lolos SNI. Baik itu bahan utama, cat, maupun aksesorisnya. Anak usia batita masih sering memasukkan benda-benda asing dan kecil ke dalam mulut mereka. Karenanya perhatikan juga bagian-bagian mainan, jangan sampai ada yang berukuran mini dan berujung tajam sehingga membahayakan si kecil. Sebaiknya beli mainan secara langsung, bukan melalui toko online. Hal ini agar Anda dapat melihat dan menyentuh mainan secara langsung dan meneliti keamanannya untuk anak Anda. Sayang sekali bukan bila Anda sudah memesan mainan mahal, namun ternyata tidak aman bagi si kecil.

2. Mendukung proses belajar secara visual, auditori dan kinestetik

Mainan edukasi yang baik akan mendukung proses belajar anak secara auditori, visual dan kinestetik. Hal ini karena anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. Keterampilan berbahasa anak akan semakin berkembang saat informasi diterima oleh indera-inderanya secara seimbang. Hal ini akan mempercepat proses identifikasi informasi di otak bayi. Mainan anak untuk 1 tahun biasanya memiliki warna-warna mencolok dan kontras serta suara saat disentuh atau dipukul. Misalnya bellyra, single puzzle, atau bola dengan kerincingan di dalamnya.

3. Pilih mainan yang dibutuhkan anak, bukan yang diinginkan orang tua

Belanja mainan anak memang sering membuat kita lapar mata. Apalagi melihat bentuk dan warnanya yang lucu. Tapi perlu diingat bahwa mainan yang Anda beli bukan untuk Anda melainkan si kecil. jadi belilah mainan yang dbutuhkannya, bukan yang Anda inginkan. Misalnya, menara gelang tentu lebih berguna bagi si kecil daripada boneka Barbie. Anda dapat mencermati perkembangan si kecil untuk menentukan mainan yang tepat dan dibutuhkannya.

4. Konsep Neurosains Pada Mainan Anak

Neurosains secara sederhana dapat disebut sebagai ilmu yang mempelajari tentang syaraf-syaraf, otak dan fungsi syaraf tulang belakang manusia. Seperti yang kita ketahui, pada anak batita perkembangan syaraf di otaknya belumlah sempurna. Masih banyak sinaps yang belum tersambung. Di sisi lain, pertumbuhan otak anak pada usia emas (0-4 tahun) ini mencapai hampir lima puluh persen dari otak orang dewasa.

Konsep neurosains pada mainan edukasi anak artinya memilih mainan yang dapat merangsang perkembangan otak dan persambungan sinaps serta syaraf anak. Mainan yang merangsang indera anak usia 1 tahun, melatih problem solving serta memfasilitasi gaya belajar anak adalah mainan dengan konsep neurosains yang baik. Contohnya adalah busy book, single puzzle, flashcard, permainan yang mengaktifkan motorik kasar, dll.

Anda dapat memilih mainan-mainan ini untuk si kecil agar bukan hanya kemampun bicara dan bahasanya saja yang berkembang optimal, tapi juga perkembangannya secara umum.

Aneka Permainan DIY

Tidak semua mainan edukasi harus dibeli. Anda dapat membuatnya sendiri di rumah, memanfaatkan bahan di sekitar Anda. Lebih hemat dan ada kepuasan tersendiri saat memainkannya.

Buku Flannel

Buku flannel dapat dibuat sendiri oleh orang tua di rumah. Isinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak. Buku flannel dapat digunakan sebagai sarana bermain sekaligus mengenalkan anak dengan buku dan kegiatan membaca.

Orang tua juga dapat menggunakan berbagai bahan selain flannel untuk merangsang sensori dan motorik halus anak. Misalnya menggunakan kain bertekstur seperti baldu dan jins pada buku agar anak dapat meraba dan mengenali tekstur menggunakan jarinya. Dengan bermain dan ‘membaca’ buku ini bersama orang tua, kekayaan bahasa anak dapat dikembangkan melalui cara yang menyenangkan.

Flashcard

Flashcard memang dapat dibeli di toko buku atau toko mainan anak, tapi membuat flashcard sendiri juga tidak sulit. Apalagi jika si kakak mau membantu membuatkan flashcard untuk adiknya, kegiatan ini sekaligus menjadi kegiatan menyenangkan dan meningkatkan bonding antar saudara kandung bagi mereka berdua.

Anda hanya membutuhkan berbagai gambar yang bisa dicetak dari internet atau diambil dari majalah dan kertas kado bekas. Gunting gambar dan tempelkan pada kertas karton. Beri nama di bagian bawah atau belakangnya dan laminating, dan flashcard buatan Anda pun dapat digunakan. Cara lainnya adalah dengan menempelkan gambar dan tulisan pada kardus bekas, sehingga Anda tidak perlu melaminating lagi.

Boneka Kain

Bercerita dan mendongeng merupakan dua kegiatan yang sngat baik dalam menstimulasi keterampilan berbahasa anak. Selain itu mendongeng dapat memperkaya kosa kata, mengembangkan imajinasi dan melatih fokus anak. Selain menggunakan media buku, Anda juga dapat membuat boneka kain sebagai teman mendongeng. Dengan begitu indera visual dan audio anak akan terangsang dengan baik.

Boneka kain tidak memerlukan keterampilan menjahit yang njlimet. Menggunakan kain perca dan bahan sisa lainnya seperti kaus kaki bayi yang sudah tidak terpakai, boneka ini mudah dibuat. Teknik menjahitnya pun sederhana saja. anda dapat menambahkan aksesoris sesuai selera untuk mempercantik boneka.

Wayang Dari Kardus

Seperti halnya boneka kain, wayang kardus juga digunakan untuk sarana bercerita atau mendongeng. Bahannya juga dari sisa kardus, sehingga tidak membutuhkan biaya yang mahal untuk membuatnya. Anda hanya membutuhkan kardus, lem, kertas karton, pewarna dan pulpen atau spidol, gunting atau cutter, serta aneka contoh karakter lucu untuk si kecil. Anda dapat menjiplak model karakter yang diinginkan atau melukisnya langsung.

Pengerjaan wayang kardus juga bisa dilakukan bersama si kakak atau abang, sekaligus melatih keterampilan motorik halus dan koordinasi mata dan tangan mereka. Selain itu tentu menyenangkan memakai wayang ini untuk mendongeng bersama-sama di rumah.

Mengoptimalkan Momen Bermain Anak

Saat bermain dapat menjadi sarana belajar bagi batita jika dioptimalkan dengan baik. Caranya adalah dengan membekali anak dengan mainan yang tepat serta mendampinginya saat bermain. Perlu diingat bahwa walaupun mainan edukasi dapat membantu stimulasi kemampuan bicara dan bahasa anak, tapi peran orang tua adalah hal yang jauh lebih penting.

Selalu dampingi dan temani anak saat bermain, bukan hanya memberinya mainan anak untuk 1 tahun. Tanggapi tiap ocehan dan kelakuannya, serta beri umpan balik yang menyenangkan. Hal ini akan mengembangkan kemampuan bicaranya secara optimal. Selain itu kedekatan dengan orang tua akan memberinya rasa aman, meningkatkan kepercayaan dirinya serta menjaga imunitas dan mengurangi kadar kecemasan anak. Selamat bermain!

Baca juga : Tips dan Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *