Menggembirakan dan Menghibur Hati Anak Ala Rasul

Menggembirakan dan Menghibur Hati Anak Ala Rasul

Menggembirakan dan Menghibur Hati Anak Ala Rasul – Kegembiraan memainkan peran yang sangat menakjubkan dan berpengaruh kuat terhadap jiwa anak. Anak-anak, sebagai tunas-tunas suci, menyenangi kegembiraan. Mereka senang melihat senyuman tersungging di wajah orang dewasa.

Oleh karena itu, memetik senar kegembiraan pada anak akan memunculkan keriangan dan vitalitas dalam jiwanya. Hal itu juga akan menjadikan si anak selalu siap untuk menerima perintah, peringatan, atau bimbingan apapun.

Menggembirakan dan Menghibur Hati Anak Ala Rasul

Menaburkan kegembiraan dan keceriaan kepada anak akan membuatnya mampu mengaktualisasikan kemampuannya dalam bentuknya yang sempurna. Di hadapan kita, ada contoh yang diperankan oleh Rasulullah saw. Inti contoh tersebut menggambarkan bahwa keceriaan jiwa adalah jalan untuk mengungkap dan mengaktualisasikan kemampuan itu.

Setelah penaklukan Mekah, Rasulullah saw. menyuruh Bilal untuk naik ke atas Kakbah dan mengumandangkan adzan. Ber­adzanlah Bilal (untuk kali pertama dalam Islam). Saat ia beradzan, sebagian orang musyrik Quraisy mengolok­-olok dan meniru suara Bilal dengan nada yang jengkel. Di antara mereka itu adalah Abu Mahdzurah Al Jumahi alias Salamah bin Ma’ir. Ia adalah orang yang paling merdu suaranya di antara mereka.

 

Saat ia melantunkan suaranya meniru adzan Bilal, Rasulullah saw. mendengarnya dan meminta agar ia dibawa ke hadapan beliau. Ia menyangka bahwa dirinya akan dibunuh. Tetapi, ternyata Rasulullah saw. mengusap ubun-­ubun dan dadanya dengan tangan beliau yang mulia.

Abu Mahdzurah berkata, “Maka, hati saya jadi terpenuhi oleh iman dan keyakinan. Tahulah saya bahwa dia adalah Rasulullah saw.” Setelah itu, Rasulullah saw. mengajarinya adzan dan menyuruhnya beradzan untuk penduduk Mekah. Saat itu, ia berumur enam belas tahun.

 

Dari kisah tersebut, kita bisa melihat bahwa saat Rasulullah saw. mengusap dada dan ubun-ubun Abu Mahdzurah, beliau membuat Abu Mahdzurah merasakan kedamaian, ketenteraman, dan keceriaan jiwa sehingga ia menerima keimanan dengan pera- saan puas dan lalu menjadi muadzin untuk penduduk Mekah. Begitulah, dengan cara mengembangkan keceriaan, kecintaan, dan mendengarkan anak, kita bisa mengungkap kemampuan-kemampuannya.

Kemudian, cara apa yang digunakan oleh Rasulullah saw untuk membuat anak-anak gembira dan ceria? Banyak cara yang beliau lakukan. Beberapa di antaranya adalah:

  • menyambut dengan hangat
  • mencium anak dan bercanda,
  • mengusap kepala,
  • menggendong dan memeluknya,
  • memberikan makanan yang baik, dan makan bersama dengan mereka.

Semoga artikel Menggembirakan dan Menghibur Hati Anak Ala Rasul ini bisa menjadi inspirasi bagi Ayah dan Bunda.

Follow Instagram : @Fey777

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *