Metode Memberi Motivasi Kepada Anak Ala Parenting Rasulullah

Metode Memberi Motivasi Kepada Anak Ala Parenting Rasulullah

Metode Memberi Motivasi Kepada Anak Ala Parenting Rasulullah  – Memotivasi, baik secara material maupun nonmaterial, adalah hal baik dan merupakan salah satu unsur pendidikan yang tidak boleh diabaikan. Akan tetapi, hal itu tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Memotivasi harus dilakukan dalam batas-batas yang wajar. Jika tidak, ia akan berubah menjadi faktor yang meru- sak.

Motivasi memiliki peran yang besar terhadap jiwa anak dalam mewujudkan kemajuan aktivitas positif yang membangun, dalam menumbuhkan kemampuan, dan dalam menyalurkan bakatnya. Motivasi juga akan mendukung kontinuitas kerja dan mendorong anak untuk maju.

Metode Memberi Motivasi Kepada Anak Ala Parenting Rasulullah

Hadits Rasulullah saw. yang berbunyi “Siapa yang lebih dulu sampai kepadaku, maka ia akan memperoleh itu dan ini” adalah dalil yang menegaskan hal itu.

Umar memberi contoh kepada kita dalam memotivasi anaknya.

Suatu ketika, Ibnu Umar berkata kepada ayahnya, saat ia keluar dari majelis Rasulullah saw. bersamanya, “Sebetulnya, terlintas dalam pikiranku bahwa yang dimaksud adalah pohon kurma.”

Umar berkata, “Lalu, apa yang menghalangimu untuk mengatakannya? Jika kamu mengatakannya, aku akan sangat suka.”

Ia menjawab, “Tidak ada yang menghalangiku untuk menga- takannya selain karena aku tidak melihatmu berbicara, tidak pula Abu Bakar. Jadi, aku tidak mau mengatakannya.” (H.R. Bukhari)

Mengomentari hal tersebut, Ibnu Hajar Al Asqalani berkata, “Hadits itu mengisyaratkan bahwa keharusan mendahulukan orang tua daripada anak-anak dalam berbicara adalah manakala pengeta- huannya sama. Akan tetapi, jika anak kecil mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh orang tua, tidak ada salahnya anak itu berbicara di hadapan orang tua. Umar menyesalkan anaknya yang tidak berbicara. Tetapi Ibnu Umar sudah menjelaskan alasannya yakni karena ada ayahnya dan Abu Bakar.”

Sementara itu, Ibnul Qayyim juga mengomentari hadits itu, “Itu menggambarkan kegembiraan seseorang karena anaknya benar. Itu juga sekaligus menunjukkan, tidaklah tercela seorang anak menjawab dengan sesuatu yang diketahuinya di hadapan ayahnya, sementara sang ayah tidak mengetahuinya. Sikap itu tidaklah merusak tata krama terhadap ayahnya.” 

Ada contoh lain cara Umar bin Khattab r.a. mendorong anak- anak untuk berbicara di hadapan majelis orang tua guna menyampaikan pendapat dan gagasan. Umar bertanya, “Terkait dengan apa turunnya ayat, ‘Inginkah seseorang di antara kalian memiliki kebun kurma dan anggur?’

Mereka menjawab, “Hanya Allahlah yang tahu.”

Umar marah seraya mengatakan, “Katakanlah: tahu atau tidak tahu!”

Ibnu Abbas menjawab, “Dalam benakku, ada sedikit pengetahuan tentang itu, wahai Amirulmukminin.”

Umar mengatakan, “Katakanlah, wahai anakku, dan janganlah kamu merendahkan dirimu sendiri.”

Ibnu Abbas berkata, “Ayat itu menggambarkan perumpamaan amal.”

“Amal apa?” tukas Umar.

Ibnu Abbas menjawab, “Seorang kaya yang melakukan kebaikan-kebaikan. Kemudian, Allah mengutus kepadanya setan yang membuat orang itu melakukan kemaksiatan sehingga menghancurkan segala amal baiknya itu.” 

Oleh karena contoh-contoh tersebut, marilah kita jadikan ungkapan seperti “Katakanlah, wahai anakku, dan janganlah kau rendahkan dirimu sendiri!” atau “Apa yang menghalangimu untuk mengatakannya?” sebagai moto dalam mendidik anak. Tujuannya agar kita dapat memotivasi anak, mendorongnya untuk maju, untuk mengaktualisasikan potensi dinamisnya, dan untuk menyalur- kan bakatnya.

Cara lain yang baik untuk memotivasi anak adalah dengan membelikan buku-buku yang bermanfaat untuknya. Dengan hal itu, anak akan mempunyai perpustakaan ilmiah yang terus ber- kembang sesuai dengan pertumbuhan dirinya.

Ibnu Abidin, seorang ulama besar, bercerita kepada anaknya tentang perjalanan dirinya. Ia mengatakan bahwa yang menyebabkan ia mengumpulkan buku-buku dalam jumlah yang tidak ada tandingannya itu adalah ayahnya. Ayahnya, menurut Ibnu Abdidin, selalu membelikan buku yang diinginkannya sambil me- ngatakan, “Belilah buku yang kamu inginkan dan aku akan membayarnya karena kamu telah menghidupkan shirah (perjalanan hidup) para pendahulu kita. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, hai anakku.” Lalu, ia pun memberikan kepadanya buku-buku para pendahulunya yang dimilikinya.

Semoga artikel Metode Memberi Motivasi Kepada Anak Ala Parenting Rasulullah  ini bermanfaat bagi Ayah dan Bunda.

======

Baca juga:

papamengasuh.id adalah Blog Parenting Indonesia, yang memberikan informasi mengenai pengasuhan dan parenting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *