Metode Tepat Bangkitkan Potensi Anak Dengan Cara Kompetisi Ala Rasulullah

Metode Tepat Bangkitkan Potensi Anak Dengan Cara Kompetisi Ala Rasulullah

Metode Tepat Bangkitkan Potensi Anak Dengan Cara Kompetisi Ala Rasulullah – Secara umum, kompetisi akan membangkitkan potensi-potensi terpendam yang ada pada manusia, terlebih pada anak-anak. Ada potensi-potensi diri yang tidak diketahui oleh pemiliknya, kecuali jika ia menanamkan semangat kompetisi untuk mengungguli orang lain.

Dalam hal ini, kita mempunyai teladan pada diri Rasulullah saw. saat beliau membangkitkan semangat kompetisi pada jiwa anak. Beliau pernah berlomba lari dengan anak-anak untuk menumbuhkan otot-otot mereka dan membuat tubuh mereka kuat.

Abdullah bin Harits mengatakan bahwa Rasulullah saw. membariskan Abdullah, Ubaidillah, dan banyak anak-anak keturunan Al Abbas lainnya seraya mengatakan, “Barang siapa lebih dulu sampai kepadaku, ia mendapat itu dan ini.” Maka dari itu, mereka pun berlomba untuk mencapai punggung atau dada beliau, lalu beliau mencium dan memeluk mereka. (H.R. Imam Ahmad)

Metode “Siapa menang dia dapat” merupakan cara penting untuk menanamkan semangat persaingan sehat antaranak-anak. Sangat baik jika anak yang menang diberi hadiah sehingga ia merasa senang dan dihargai. Hal itu akan membuat setiap anak berlomba untuk menunjukkan kebolehannya dan mengerahkan segenap kemampuannya untuk mencapai kemenangan. Saat pulang ke rumah, ia akan mempersiapkan diri, belajar, berlatih, dan mengasah pengetahuan. Ia akan meperlihatkan kepada kedua orangtuanya capaian yang telah diraihnya. Begitulah bakat-bakat terpendam itu akan muncul.

Metode Tepat Bangkitkan Potensi Anak Dengan Cara Kompetisi Ala Rasulullah

Kompetisi juga akan memunculkan semangat kebersamaan an- taranak-anak, menjauhkan mereka dari sikap individualistis, dan melatih mereka untuk memahami kehidupan: ada menang ada kalah; ada kalanya bisa menjawab ada kalanya mengalami kebun- tuan; kadang-kadang benar dan kadang-kadang keliru.

Jadi, persaingan dan perlombaan adalah salah satu cara yang bisa digunakan para orang tua dan pendidik, pada waktu-waktu yang tepat, untuk memotivasi anak-anak dan menumbuhkan ba- kat mereka. Yang menang layak mendapatkan hadiah, seperti yang diungkapkan Rasulullah saw., “Barang siapa lebih dulu sampai kepadaku, ia mendapat itu dan ini.” 

Contoh lainnya adalah lomba kecerdasan. Rasulullah saw. me- lontarkan beberapa pertanyaan kepada para sahabatnya dan di an- tara yang hadir adalah Ibnu Umar, orang yang paling muda usia- nya.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya di antara pohon-pohon gurun ada pohon yang daunnya tidak pernah jatuh. Hal itu bagaikan seorang Muslim. Pohon apakah itu?”

Orang-orang berpikir tentang pohon-pohon gurun yang dimak- sud. Ibnu Umar mengatakan, “Tebersit dalam pikiranku bahwa yang dimaksudkan adalah pohon kurma.”

Kemudian, Rasulullah saw. mengatakan bahwa yang dimak- sudkan adalah pohon kurma.

Dalam riwayat lain, Ibnu Umar menjelaskan alasannya tidak menjawab pertanyaan itu, “Ternyata, saya orang yang paling kecil di antara orang-orang yang hadir. Oleh karena itu, saya diam saja.”

Di sini, kita melihat bahwa dengan mempergunakan cara me- lontarkan pertanyaan, Rasulullah saw. merangsang perhatian Ibnu Umar dan memaksanya berpikir dan berlomba dengan orang- orang dewasa untuk mendapatkan jawaban. Hanya saja, Ibnu Umar merasa malu karena masih kecil.

Jadi, pertanyaan-pertanyaan dapat merangsang anak untuk berpikir, membuka katup-katup pemahamannya, dan menyegar- kan kembali ingatan yang beku. Oleh karena itu, cara tersebut da- pat dipergunakan saat mengarahkan dan mendidik anak. Metode itu merupakan salah satu cara yang paling baik karena mempunyai beberapa kelebihan, antara lain:

  1. merangsang anak berpikir dan memfokuskan perhatiannya kepada pertanyaan yang dilontarkan sehingga pancainderanya tidak sibuk dengan urusan lain. Saat itu, orang tua berhasil dalam mengarahkan perhatian anak terhadap diri mereka;
  2. menanamkan kesan bahwa informasi yang berkaitan dengan pertanyaan itu memang penting. Anda dapat membedakan antara dua cara menyampaikan informasi berikut. Pertama, “Ghibah adalah menceritakan saudaramu tentang hal yang tidak dia sukai (menceritakan keburukannya).” Kedua, “Tahukah kalian apa yang disebut ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Rasulullah saw. menjelaskan, “Ghibah adalah menceritakan saudaramu tentang hal yang tidak dia sukai (menceritakan keburukannya).”

Anda dapat melihat perbedaan antara kedua cara itu. Yang manakah yang lebih baik? Cara pertama tidak menarik perhatian. Cara yang kedualah yang menarik perhatian;

  1. Merealisasikan tiga tujuan pendidikan, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik. Contoh untuk mencapai sasaran kognitif adalah seperti pertanyaan Rasulullah saw., “Tahukah kalian apa itu muflis (pailit)? Kalian tentu ingin mengetahui apa sesungguhnya yang disebut pailit itu.”

Sementara itu, contoh untuk mencapai sasaran afektif dan psikomotorik adalah seperti sabda Rasulullah saw., “Maukah hatimu menjadi lembut dan kebutuhanmu terpenuhi?” Pertanyaan ini menggugah pemikiran dan hati pendengar. Ia jadi ingin mengetahui, perbuatan seperti apa yang dapat dilakukan untuk melu- nakkan hati dan memenuhi kebutuhannya. Hal itu pasti membuat jiwa pendengar begitu antusias untuk mengetahuinya dan terpengaruh dengannya (afektif) dan berusaha untuk melaku- kannya (psikomotorik);

  1. Menciptakan tantangan dalam pemikiran anak yang membuatnya berusaha keras untuk mengetahuinya secara cepat. Hal ini merupakan bentuk pengajaran langsung dan cepat untu menyampaikan informasi yang akan bertahan lama dalam otak.

Jadi, metode melontarkan pertanyaan kepada anak merupakan salah satu cara yang paling baik untuk menarik perhatiannya dalam mendidiknya, terutama jika Anda ingin memunculkan kemampuannya yang terpendam, membangun semangat bersaing, dan me- numbuhkan kesiapan menghadapi tantangan.

Semoga artikel Metode Tepat Bangkitkan Potensi Anak Dengan Cara Kompetisi Ala Rasulullah ini bermanfaat bagi Ayah dan Bunda.

Baca juga:

=====

papamengasuh.id adalah blog parenting Indonesia, bersama-sama belajar, untuk meningkatkan kompetensi sebagai orang tua terbaik, dalam mendidik anak. Diasuh oleh Papa Zaid, dan memberikan informasi mengenai parenting dan pengasuhan. ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *