Pengertian dan Mengenal Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

Pengertian dan Mengenal Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

Pengertian dan Mengenal Stimulasi Tumbuh Kembang Anak – Ketika anak saya yang pertama Abang Zaid lahir, bahkan jauh hari ketika masih dalam kandungan, saya mencari berbagai macam informasi mengenai bayi dan balita. Ini penting, karena bagi saya, ini adalah hal baru. Saya harus tahu mengenai perilaku bayi dan anak yang berusia dibawah lima tahun.

Saya dan semua orang tua mengetahui, jika masa kanak-kanak, khususnya pada masa balita, adalah masa yang sangat penting, fundamental, dan kritis bagi tumbuh kembang anak selanjutnya. Sembari menulis artikel ini, saya juga berusaha mengenal lebih dekat mengenai balita. 

Lima tahun pertama kehidupan merupakan masa pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan, keterampilan motorik, dan perkembangan sosio-emosianal anak berjalan sangat pesat, sehingga keberhasilan pada masa ini, menjadi ujung tombak kehidupan anak kelak.

Pengertian dan Mengenal Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

Sudah pasti, tumbuh kembang anak akan dipengaruhi oleh berbagai kondisi, baik dari dalam diri anak, maupun lingkungan luar sekitarnya. Kondisi dari dalam diri anak, seperti faktor hereditas (ciri atau sifat-sifat yang diperoleh pada diri anak, atas dasar keturunan atau pewarisan dari generasi kegenerasi melalui sel benih), nantinya akan memengaruhi kematangan otot, kemapuan fisik, serta kemampuan kognitif balita.

Sementara itu, kondisi lingkunan sekitarnya, adalah situasi yang mampu mendukung perkembangan balita secara optimal. Kebutuhan dasarnya tentu harus dipenuhi terlebih dahulu, seperti kebutuhan fisik atau biologis (makan dan minum), kebutuhan emos (kasih sayang), dan kebutuhan stimulasi (pendidikan dan pembelajaran) agar perkembangannnya optimal.

Pengertian Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

Menurut Hoffman, (Development Psychology), Stimulasi adalah adanya rangsangan yang datang dari lingkungan di luar individu anak. Kebutuhan akan stimulasi untuk merangsang anak agar memperoleh suatu pengetahuan atau keterampilan baru, ternyata sangat penting dalam peningkatan kecerdasan anak.

Anak yang mendapatkan stimulasi yang terarah, tepat dan teratur akan lebih berkembang karena tumbuh optimal kembangnya. Berbagai penelitian menunjukkan hebatnya stimulasi.

Kuperus menunjukkan, bahwa anak-anak dengan resiko biologis tinggi, dapat mengatasi ketertinggalannya dalam bidang kognitif dengan pemberian stimulasi yang tinggi di lingkungan rumahnya.

Orang tua tidak hanya memberi gen cetak biru atau blue print biologis anak, tetapi juga memainkan peran penting dalam menentukan jenis lingkungan yang akan dihadapi anak-anak kita. 

Pakar perilaku genetika, Sandra Scarr, meyakini bahwa lingkungan yang dipilih orang tua bagi anak-anak mereka, memengaruhi hingga kadar tertentu dalam genotipe orang tua itu sendiri.

Para pakar genetika perilaku meyakini, bahwa faktor hereditas dan lingkungan berinteraksi dengan tiga cara:

  1. Interaksi secara pasif
  2. Interaksi secara evokatif
  3. Interaksi secara aktif.

1.Pengertian Interaksi secara Pasif

Interaksi secara pasif terjadi ketika orang tua memberi suatu lingkungan pengasuhan bagi anak. Misalnya, orang tua mungkin memiliki suatu kecenderungan genetik menjadi cerdas dan terampil membaca.

Orang tua membaca dengan baik dan menikmati bacaan. Karena itu, orang tua memberi anak-anak berbagai buku untuk dibaca, dengan harapan, anak-anak menjadi pembaca yang terampil dan senang membaca.

2. Pengertian Interaksi Evokatif

Interaksi yang evokatif terjadi karena seorang anak memperoleh lingkungan fisik dan sosial tertentu. Misalnya, bayi yang aktif dan selalu tersenyum menerima lebih banyak stimulasi sosial, dibandingkan dengan bayi yang pasif, akan lebih banyak diam.

Anak-anak yang mau bekerja sama dan memberi perhatian, akan memperoleh kesenangan dan respons instruksional yang lebih besar dari orang dewasa sekitarnya, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mau bekerja sama, yang perhatiannya mudah beralih.

3. Pengertian Interaksi Aktif

Interaksi yang aktif adalah terjadi ketika anak-anak mencari, memilih lingkungan yang mereka rasakan sesuai, dan menggugah minat. Memilih ruang berarti menemukan suatu tempat atau setting yang sesuai, khususnya sesuai dengan kemampuan anak.

Anak-anak menyeleksi beberapa aspek yang mereka tanggapi, pelajari, atau abaikan, dari lingkungan sekitar mereka. Seleksi yang aktif atas aspek-aspek tertentu dari lingkungan mereka berkaitan dengan genotipe khusus mereka.

Beberapa anak, karena genotipenya, dapat memiliki keterampilan sensorimotor untuk tampil baik di bidang olaharaga. Anak-anak lain mungkin memiliki kemampuan lebih di bidang musik. Anak-anak yang cenderung lebih terampil di bidang olahraga, akan dapat tampil dengan baik dibidang ini. 

Sementara, anak-anak yang kemampuan musiknya lebih menonjol, cenderung secara aktif meluangkan lebih banyak waktu dalam lingkungan musik, sebagai tempat berekspresi sekaligus menunjukkan bakat keterampilan mereka.

Kesimpulannya adalah, faktor hereditas dan lingkungan sangatlah penting bagi kehidupan seorang anak. Hereditas (gen) dan lingkungan, akan saling bekerja sama dan berinteraksi, untuk menghasilkan intelegensi, perilaku, tinggi badan, berat badan, kemapuan melempar bola, bakat membaca, dan lain-lain.

Semoga tulisan Pengertian dan Mengenal Stimulasi Tumbuh Kembang Anak  ini bermanfaat bagi Ayah dan bunda. ^_^

Silahkan di follow, akun Instagram saya @Fey777

Baca juga:

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *