Pentingnya Ayah Mendidik Anak Dalam Pandangan Islam

Pentingnya Ayah Mendidik Anak Dalam Pandangan Islam

Pentingnya Ayah Mendidik Anak Dalam Pandangan Islam

“Seorang anak yang tidak disiapkan (dibimbing) secara tepat untuk dapat hidup dengan layak di masa yang kompleks ini, biasanya akan hidup tersingkir di tengah masyarakat. Dia hanya menjadi obyek, bukan subyek, menjadi Taker (pengambil), bukan Giver (pemberi) dan bahkan lebih naas dari utu, dia hanya menjadi boneka yang siap dieksploitasi (dikuasai) oleh orang lain dengan sesuka hatinya”. (DR. Abdul Karim Bakkar).

 

Saya sebagai seorang muslim, sangat meyakini, jika seorang Ayah/Papa harus mendidik anak dengan sangat baik, karena nanti akan diminta pertanggungjawabannya kelak pada hari kiamat. Sebagai seorang Papa, berarti saya harus memanggul sesuatu yang sangat penting, yaitu anak. Anak adalah bagian dari jiwa saya dan yang akan membebaskan dari api neraka. Anak adalah bagian keluarga dan yang membebaskan orang tua dari pedihnya azab neraka.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (At-Tahrim [66] :6)

 

Tanggung jawab seorang mukmin terhadap diri dan keluarganya adalah berat dan menakutkan. Mengingat konsekuensinya (jika tidak baik) adalah neraka, maka dia dan keluarganya tentu tidak mau termasuk penghuni neraka.

Oleh karena itu, seorang Ayah harus mampu menjauhkan diri dan keluarganya dari api neraka yang didalamnya manusia penuh kehinaan dan kesengsaraan. Berdasarkan hal itu pula, dalam berdakwah, seorang mukmin pertama kali harus memprioritaskan keluarganya.

Pentingnya Ayah Mendidik Anak Dalam Pandangan Islam

Seorang Ayah wajib menjaga benteng keimana dan menguatkan celah-celah kerusakan di dalamnya, sebelum dia pergi jauh dengan dakwahnya untuk menyeru orang lain.

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata, “Sesungguhnya Allah Swt akan bertanya kepada seorang anak tentang Ayahnya. Maka siapa yang melalaikan pendidikan terhadap anaknya dan meninggalkannya sia-sia tidak berguna, berarti dia benar-benar telah melakukan keburukan dan kejahatan. Penyebab terbesar rusaknya anak-anak adalah datang dari ayah mereka dan karena kelalaiannya terhadap mereka, meninggalkan pendidikan untuk mereka yang merupakan kewajiban agama dan sunah (ajaran Nabi).”

 

Seorang Ayah juga dituntut untuk mengajarkan anak pada faktor-faktor kesuksesan untuk menghadapi “peperangan” dalam kehidupan yang keras. Khususnya hegemoni materi pada sebagian besar aktivitas hidup kita, yakni dengan memakai pakaian keangkuhan, kesombongan, kekerasan, dan kekuatan.

Secara umum, pengaruh rumah dan secara khusus pengaruh seorang Ayah terhadap anak, tidaklah kecil, melainkan sangat kuat. Bahkan lebih kuat dari pengaruh sekolah, lingkungan, televisi, dan masyarakat.

Seorang Ayah lebih kuat dari yang tergambar dalam pikiran Anak. Ayah adalah pengajar pertama dalam keluarga. Saya menyebut, “Ayah adalah The Instalator”.

Sayyid Quthb berkata, “Aku percaya dengan kekuatan pengetahuan, percaya dengan kekuatan kebudayaan. Namun aku lebih percaya dengan pendidikan. Ya, pendidikan yang benar adalah kekuatan untuk kesuksesan anak-anak kita di lautan hidup ini. Sekaligus sebagai petunjuk mereka untuk sukses di dunia dan menang di akhirat”.

 

Kita memahami bahwa sifat-sifat manusia dan standar kesalahan maupun kebenaran tidak serta muncul begitu sang anak terlahir, namun semua didapatkan dan dipelajarinya dari lingkungan dan keluarganya.

Demikian halnya seorang anak, dia memiliki pola pikir, akhlak, budi pekerti, dan perasaa-perasaan (instiusi) dari pendidikan dan hubungannya dengan keluarga masyarakat.

Bagaimana, Ayah yang sedang baca tulisan ini, semakin yakin jika pendidikan untuk anak sangat penting?

Semoga artikel Pentingnya Ayah Mendidik Anak Dalam Pandangan Islam ini bermanfaat, Yuk kita bersama-sama belajar untuk menjadi Ayah / Papa terbaik!

Silahkan untuk follow Instagram saya @Fey777

Baca juga tulisan lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *