Tips dan Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital

Tips dan Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital

Tips dan Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital – Menjadi orang tua tidaklah cukup hanya memberikan tempat tinggal yang nyaman dan makanan yang sehat untuk anak-anak. Tetapi juga harus mampu memberikan pendidikan yang mumpuni. Namun sayangnya belum banyak yang paham bagaimana cara mendidik anak di era digital yang berkembang pesat seperti saat ini.

Mendidik Anak di Era Digital Yang Harus Anda Ketahui!

Mendidik anak di zaman yang serba instan dan lebih informatif seperti saat tentu akan terasa lebih sulit bila dibandingkan dengan pola asuh yang diterapkan orang tua zaman dulu. Itu karena anak-anak kini tumbuh dibarengi dengan kecanggihan teknologi yang memudahkan akses informasi kapanpun dan dimanapun mereka berada.

Dan disini peran Anda sebagai orangtua sangat diperlukan untuk membentengi anak dari pengaruh negatif teknologi, walaupun tidak dipungkiri ada banyak pula manfaat yang Anda dan anak dapatkan.

Anda tidak perlu menjadi pakar teknologi untuk dapat mendidik anak di era digital ini. Karena menurut sejumlah pakar psikolog salah satunya adalah Elly Risman, yang dibutuhkan oleh anak-anak saat mereka tumbuh adalah kehadiran orangtua yang senantiasa mendampingi serta memonitor apa saja yang anak-anak lakukan.

Tips Mendidik Anak Dengan Cermat Agar Tidak Ketinggalan Jaman

Untuk menjadi orang tua bukanlah hal yang dapat dianggap sepele, Anda harus turut berlomba dengan kemajuan teknologi. Oleh sebab itu berikut ini kami berikan beberapa tips untuk Anda dalam rangka mendidik anak di era millenial seperti saat ini, diantaranya adalah:

  1. Komunikasi dua arah

Dibutuhkan komunikasi dua arah pastinya dalam mendidik anak-anak di zaman sekarang. Yang mana artinya Anda sebagai orangtua tidak hanya sekedar melarang atau memberi instruksi kepada anak saja, tetapi juga mampu bersikap sebagai pendengar yang baik dan memberikan solusi atas segala permasalahan yang dihadapi anak.

Anda harus mampu berkomunikasi secara terbuka mengenai apa saja yang belum pantas dilakukan atau dilihat anak. Ambil contoh, Anda harus menjelaskan mengapa melarang anak menonton video atau tayangan dengan konten orang dewasa. Jelaskan pula aturan-aturan yang bijak saat mereka menggunakan gadget.

Komunikasi dua arah yang baik antara orangtua dan anak sudah terbukti lebih efektif membentengi anak dari pengaruh negatif saat memakai gadget.

  1. Mengembangkan bakat anak

Faktanya ada banyak sekali manfaat yang dapat Anda peroleh dari kecanggihan teknologi. Dengan menggunakan gadget dan internet, tentunya proses belajar anak menjadi lebih bervariasi dan menyenangkan.

Manfaatkan teknologi juga dapat mengembangkan bakat anak. Misalnya saja bila anak Anda memiliki bakat memasak, menjahit atau menari, maka Anda dapat memberikan video tutorial yang dapat ditiru atau menjadi inspirasi bagi anak.

Atau Anda juga dapat mengajak anak untuk berkreasi membuat dan mengedit video yang kemudian diunggah ke akun sosial media. Dengan demikian teknologi dapat menjadi alat yang tepat untuk mengembangkan kreativitas dan bakat anak.

  1. Memperhatikan aktivitas anak

Orang tua juga harus mampu membuat screen time untuk anak. Anda harus membuat kesepakatan dengan anak mengenai batas waktu kapan ia boleh menggunakan gadget dan berapa lama waktu pemakaiannya.

Anda juga harus membuat kesepakatan mengenai jenis konten apa saja yang boleh dan tidak boleh dilihatnya. Aturlah pola pengaturan pada gadget agar anak tidak sembarang melihat konten untuk orang dewasa.

  1. Beri contoh yang baik

Anda juga harus ingat bahwa anak merupakan peniru ulung. Oleh sebab itu berikan contoh yang baik untuk anak-anak. Anda juga pasangan harus sepakat untuk tidak memegang gadget dalam bentuk apapun selama jam-jam tertentu dimana anak sedang membutuhkan perhatian kedua orang tua mereka.

Dengan memberikan contoh tersebut akan membuat anak lebih mudah memahami aturan yang dibuat dan meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya.

  1. Memberikan pendidikan agama sejak dini

Yang tidak kalah lebih penting adalah memberikan pengajaran dan pendidikan agama sejak dini pada anak. Karena dengan nilai-nilai agama yang diperoleh anak sejak kecil akan menjadi bekal bagi mereka untuk membentengi diri dari perilaku atau pengaruh buruk lingkungan di sekitarnya.

Mendidik anak di era yang serba canggih seperti saat memang tidak mudah. Bila orangtua terlalu ketat menerapkan disiplin kepada mereka, akan dikhawatirkan membuat anak menjadi pribadi yang membangkang dan tidak mandiri. Namun di sisi lain, bila terlalu membebaskan anak juga akan memberikan resiko membawa mereka pada pengaruh negatif serta lingkungan pergaulan yang salah.

Oleh karena itu peran orangtua sangatlah penting untuk selalu mendampingi langkah anak-anak. Anda harus mampu menerapkan aturan dan disiplin tanpa membuat anak merasa tertekan.

Dan yang pasti sebagai orang tua, Anda hendaknya mampu memposisikan diri sebagai ‘sahabat’ yang selalu dapat diandalkan dan dipercaya oleh anak-anak. Sehingga kelak anak akan tumbuh menjadi pribadi yang positif dan mandiri.

Tantangan Mendidik Anak di Era Millenial

Pola asuh anak pada zaman dulu dan zaman sekarang ini sangat jauh berbeda. Karena sekarang banyak orang tua yang maunya instan, sedangkan di zaman dulu para ibu akan bekerja keras untuk dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Tidak seperti sekarang, saat anak rewel banyak ibu yang tidak ingin repot hingga dengan entengnya memberikan gadget pada anak. Padahal sebenarnya banyak cara yang dapat Anda lakukan saat mendapati anak rewel, salah satunya seperti mengajak anak untuk bermain dengan mainan kesukaan mereka. Atau mengajak anak ikut beraktivitas bersama bila Anda sedang repot dengan kegiatan di rumah.

Beberapa pakar juga menambahkan bahwa pola asuh orang tua zaman sekarang ini sangat berbeda dengan orang tua zaman dulu, karena itu kemampuan dan teknik untuk mendidik perlu ditingkatkan, tidak hanya untuk seorang ibu saja tetapi juga berdua dengan ayah.

Apalagi saat ini Anda juga dihadapkan dengan istilah digital native vs digital imigran. Dimana anak Anda lahir di era digital, maka mereka merupakan digital native. Dan Anda digital imigran yang baru mengenal internet setelah memasuki umur belasan. Oleh sebab itu skill dan teknik mendidik yang Anda pakai harus lebih ditingkatkan, sebisa mungkin Anda tidak boleh ketinggalan dengan beragam informasi yang ada saat ini. Tidak menutup kemungkinan bola Anda tidak cekatan mengikuti perkembangan zaman, maka Anda akan jauh tertinggal oleh anak-anak yang digital native.

Dan menariknya adalah bahwa tantangan era digital tidak hanya dihadapi oleh orang tua saja, tetapi juga banyak dihadapi oleh anak. Kemudahan akses pada jaringan internet, bahkan tidak adanya batasan-batasan di dunia digital tidak jarang memberikan efek negatif bagi mereka.

Karena tidak dapat dipungkiri bahwa tingkat kecemasan dan depresi pada anak saat ini sangat tinggi. Yang pada sebagian besarnya adalah akibat dari dunia digital. Oleh karena itu sebagai orangtua, Anda harus mampu dan tahu mendidik anak di era digital bahkan tahu bagaimana membawa, mendukung, dan menghantar anak melewati dunia digital ini tanpa terkendala masalah yang menimpa mereka. Sehingga anak-anak dapat menggunakan teknologi dengan baik dan bijak untuk masa depannya.

Semoga artikel Tips dan Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital ini bermanfaat bagi Ayah dan Bunda.  Salam kenal dari Papa Zaid, bisa difollow akun Instagram @Fey777

Baca juga

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *